virtualACEH.COM  
virtualACEH.COM is the largest Nanggroe Aceh Darussalam Directory portal. Take a smart travel with us! Home | Add directory | Contact

  Tentang Aceh | Tempat Menarik | Tarian | Alat Musik | Permainan | Makanan | Senjata | Pahlawan
 




Kesenian Tradisional [Traditional Arts]: Tarian saman, Tari Likok Pulo Aceh, Tari Laweut, Tari pho, Tari Seudati, Tari Bines dari Gayo, Tari Guel dari Gayo, Tari Ranup Lampuan, Tari Rapai Geleng, Tari Rapai Dzikir, Tari Rapai Daboh (Debus), Tari Rapai Lagee, Tari Poh Kipah, Biola Aceh, Tari Rateb Meuseukat, Tarek Pukat

Tari Saman

Tarian saman diciptakan dan dikembangkan oleh ulama Aceh, seorang tokoh Agama Islam bernama Syeh Saman. Awalnya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Karena masyarakat mempunyai minat yang tinggi maka disisipilah dengan syair-syair tentang puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga tarian ini juga menjadi media dakwah pada masa itu. Latihan biasanya dilakukan di bawah kolong menasah. Meunasah adalah mushalla yang bangunannya dibuat panggung. Dan mereka tidak ketinggalan mengerjakan shalat berjamaah. Kondisi Aceh yang dalam suasana perang, maka syair-syair pun dibuat untuk menambah semangat juang rakyat Aceh. Saat ini tarian ini lebih sering di pertunjukkan pada perayaan-perayaan daerah, keagamaan. Tari Saman mulai unjuk gigi pada saat pertunjukkan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II serta di peresmian Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara.

Syair saman dipergunakan bahasa Arab dan bahasa Aceh. Tarian ini tidak mempunyai iringan permainan, karena dengan gerakan-gerakan tangan dan syair yang dilagukan serta dengan menghempaskan badan ke berbagai arah dalam satu sinkronisasi, telah membuat suasana menjadi gembira. Tetapi sekarang, tarian yang berasal dari dataran tinggi Gayo tersebut biasanya sering ditampilkan menggunakan iringan alat musik seperti gendang.

Lagu-lagu (gerak-gerik tari) pada dasarnya adalah sama, yakni dengan tepukan tangan, tepukan dada dan tepukan diatas lutut, mengangkat tangan ke atas secara bergantian. Lagu-lagu yang dipakai pada tari saman tidak bersifat tetap (kecuali rengum). Dimana syair maupun iramanya berubah-ubah menurut tempat, waktu dan situasi pertunjukan. Sehingga tidak ada syair yang baku untuk tari saman. Saman dapat dibagi berdasarkan tempat asalnya : Saman Gayo di Aceh Tenggara dan Tengah, Saman Lokop di Aceh Timur, Saman Aceh Barat di Aceh Barat.

Dipimpin oleh seorang yang disebut Syech. Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syech dengan para penarinya. Karena tarian ini berdasarkan gerak yang dinamis, cepat, serta konsentrasi yang tinggi sehingga tarian berkelompok ini banyak dimainkan oleh penari laki-laki. Namun sekarang juga sudah dimainkan oleh penari perempuan atau campuran.

Kegiatan tari ini biasanya dilakukan guna merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau peristiwa penting lainnya di dalam adat masyarakat Aceh. Awalnya pertunjukan saman dimainkan dengan syair-syiar bertemakan dakwah atau ajaran agama. Perkembangan akhirnya membuat syair-syair saman bertemakan lainnya, seperti tentang pembangunan, adat-istiadat, pertanian, muda-mudi dan lain-lain. Cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

  1. Rengum, yaitu auman (suara bergumam) yang diawali oleh pengangkat.

  2. Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.

  3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.

  4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak

  5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing. Contoh syair saman tentang muda-mudi seperti di bawah ini (disunting dari: http://pusaka2aceh.wordpress.com).

Syair dalam bahasa Aceh Gayo Syair dalam bahasa Indonesia
Persalaman  
  1. Rengum/ Dering
Hmm laila la aho Hmm laila la aho Hoya-hoya, sarre e hala lem hahalla Lahoya hele lem hehelle le enyan-enyan Ho lam an laho

Aum/ Koor Aum
  Hmm tiada Tuhan selain Allah Hmm tiada Tuhan selain Allah Begitulah-begitulah semua kaum Bapak begitu pula kaum ibu Nah itulah-itulah Tiada Tuhan selain Allah
 
  1. Salam Kupenonton
Salamualikum kupara penonton Laila la aho Simale munengon kami berseni Lahoya, sarre e hala lem hahalla Lahoya hele lem hehelle Le enyan-enyan Ho lam an laho Salamni kami kadang gih meh kona Laila la aho Salam merdeka ibuh kin tutupe Hiye sigenyan enyan e alah Nyan e hailallah Laila la aho, ala aho

Salam Kepada Penonton

Assalamualaikum ya para penonton

Tiada Tuhan selain Allah Yang hendak melihat kami berseni Begitu pula semua kaum bapak Begitu pula kaum ibu Nah itulah-itulah Tiada Tuhan selain Allah Salam kami mungkin tidak semua kena Tiada tuhan selain allah Salam merdeka dijadikan penutupnya Ya itulah, itulah, aduh Itulah, kecuali Allah Tiada tuhan selain Allah, selain allah
 
Uluni Lagu/ Kepala lagu  
  1. Asalni Kededes
Asalni kededes kedie Asalni kededes ari ulung kele keramil Sentan ire rempil kedie Sentan irerempil he kemenjadi jadi bola Asalni kededes kedie Asalni kededes ari ulung kele keramil Sentan irerempil kedie Sentan irerempil he kemenjadi jadi bola Asalni kededes kedie Asalani kededes ari ulung ke le keramil Sentan irerempil kedie Santan irerempil he menjadi jadi bola Inget-inget bes yoh ku ine e
 
Asal Bola Daun Kelapa   Asal bola daun kelapa kiranya Asal bola daun kelapa dari daun kelapa Begitu dijalin-jalin kiranya Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola Asal bola daun kelapa kiranya Asal bola daun kelapa dari daun kelapa Begitu dijalin-jalin kiranya Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola Asal bola daun kelapa kiranya Asal bola daun kelapa dari daun kelapa Begitu dijalin-jalin kiranya Begitu di jalin-jalin ia menjadi-jadi bola Ingat-ingat awas sayangku aduh ibu
 
  1. Salam Ni Rempelis Mude
Oreno nge tewah ari beras beras padi Ya hoya, oi manuk kedidi He menjadi rem rempelis mude Ne inget bes inget bes Oi kiri sikuen kiri Ara salamualaikum, rata bewene Ara kesawah jamuni kami Ne inget-inget bes yohku Kuguncang male kuguncang Salamualaikum rata bewene Ne inget bes mien yohku Ingatin bang tudung Oi mude kin ulung mude Ipantasan mulo
Salam dari Rampelis Mude (Rampelis Mude nama sanggar)
 
O runduk sudah rebah dari beras beras padi Ya, begitulah oi burung kedidi Hai menjadi Rempelis Muda Oh ibu, ingat awas, awas Oi yang dikiri dikanan-kiri Assalamualaikum, rata semuanya Adakah tiba tamu kami Oh ibu, inga-ingat, awas sayangku Ku guncang akan ku guncang Assalamualaikum rata semuanya Oh, ibu ungat awas lagi sayangku Digantilah tudung Oi muda untuk daun uda Dipercepat dulu.
 
Lagu-lagu  
  1. Le Alah Payahe
He le ala payahe kejang E kejang mufaedah payah musemperne Enge ke engon ko kuseni ruesku Senangke atemu kami lagu nini Ine inget-inget bes mien yoh ku ine Oho ingatin bang tudung uren Awin gere kedie muselpak Jangko gere kedie muleno Beluh gere kedie berulak Jarak gere kedie mudemu Ine ilingang lingeken mulo Yoh kukiri sikuen kiri Tatangan katasan Enti lale cube die ine Awin gere kedie muselpak Jangko gere kedie muleno Beluh gere kedie berulak Jarak gere kedie mudemu Jadi bang mulongingku ine O kejang teduhmi ningkah Ike payah teduhmi kite Ike gaduh tuker mulo
 
Aduh Payahnya   Hai, aduh payahnya, payah lelah E, lelah berfaedah, payah memuaskan Sudahlah kau lihat sendi ruasku Senangkah kamu kami seperti ini Oh ibu, ingat-ingat lagi sayangku, oh ibu Oho, diganti dulu payung hujan Di tarik, tidaklah nanti patah Dijangko tidaklah nanti rebah Pergi tidaklah nanti kembali Jauh tidaklah lagi bertemu Oh ibu, di goyang, di geleng dulu Hai ke kiri, ke kanan-kiri Angkatlah lebih tinggi Jangan lalai cobalah dulu, oh ibu Di tarik, tidaklah nanti patah Dijangko tidaklah nanti rebah Pergi tidaklah nanti kembali Jauh tidaklah lagi bertemu Cukuplah dulu adikku, oh ibu Oh, capek berhenti dulu meningkah Jika payah berhenti dulu kita Jika letih tukar dulu
 
  1. Balik Berbalik
Iye balik berbalik Gelap uram terang uren urum sidang Simunamat punce wae ala aho He nyan e hae ala aho Aho - aho - aho Iye balik berbalik Gelap uram terang uren urum sidang Simunamat punce wae ala aho He nyan e hae ala aho Aho - aho - aho
 
Balik Berbalik   Iya ku balik berbalik Gelap dengan terang, hujan dengan teduh Yang nmemegang punca Dialah, Ya Tuhan Itulah dia, ya Tuhan Ya Allah - Ya Allah - Ya Allah Iya ku balik berbalik Gelap dengan terang, hujan dengan teduh Yang nmemegang punca Dialah, Ya Tuhan Itulah dia, ya Tuhan Ya Allah - Ya Allah - Ya Allah
 
Penutup  
  1. Gere Kusangka
Gere kusangka, aha kenasibku bese Berumah rerampe ehe itepini paya Berumah rerampe ehe itepini paya Suyeni uluh, nge turuh supue sange Mago-mago bese aku putetangak mata Mago-mago bese aku putetangak mata Tetea tetar ahar reringe petepas Gere kidie melas dengan naik iruangku Gere kidie melas dengan naik iruangku

 

 

Tidak Kusangka   Tidak kusangka, aha kalau nasibku begini Berumah rerumputan ditepinya rawa Berumah rerumputan ditepinya rawa Tiangnya bambu, sudah bocor atap dari pimping Sulit-sulit begitu aku berputih mata Sulit-sulit begitu aku berputih mata Lantainya belahan bambu, dindingnya pun tepas Tidakkah kiranya menyesal saudara naik kerumahku Tidakkah kiranya menyesal saudara naik kerumahku

 
  1. Kemutauh Uren
Kemutauh uren ari langit Munerime kedie bumi Kemutauh uren ari langit Munerime kedie bumi I nampaan ara baro renah Cabang tewah ku lawe due Ari abang gih mungkin berubah Bier lopah itumpun kudede Kemutauh uren ari langit Munerime kedie bumi Kemutauh uren ari langit Munerime kedie bumi I nampaan ara baro renah Cabang tewah ku lawe due Ari abang gih mungkin berubah Bier lopah itumpun kudede Kerna langkah ni kami serapah Berizin mi biak sudere Kesediken cerak kami salah Niro maaf kuama ine
Jika Turun Hujan   Jika turun hujan dari langit Menerimakah kiranya bumi Jika turun hujan dari langit Menerimakah kiranya bumi Di nampaan ada waru rendah Cabang rebah ke lawe due Dari abang tidak mungkin berubah Biar pisau tancapkan ke dada Jika turun hujan dari langit Menerimakah kiranya bumi Jika turun hujan dari langit Menerimakah kiranya bumi Di nampaan ada waru rendah Cabang rebah ke Lawe Due Dari abang tidak mungkin berubah Biar pisau tancapkan ke dada Karena langkah kami segera bergegas Mohon izin kepada sanak saudara Sekiranya ucapan kami salah Mohon maaf kepada ibu-bapak

Nilai dalam Tari Saman
Tarian saman di mulai dengan persalaman yang terdiri dari rengum dan salam. Jika diperhatikan dengan seksama sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah SWT dengan lafaz;

Hmm laila la ho
Hmm laila la ho
Hmm tiada Tuhan selain Allah
Hmm tiada Tuhan selain Allah

Bila anda menyaksikan pementasan tarian Saman ini, anda akan terdiam seketika saat mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya. Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema. Menggetarkan panggung dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya. Suasana hening langsung tercipta saat itu. Penonton diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.

Gerak tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana. Kepala tertunduk dan tangan bersikap sembah. Regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat lalu dilanjutkan dengan persalaman. Ucapan salam ditujukan kepada penonton dan berbagai pihak dengan ucapan Assalamualaikum. lalu meminta izin untuk bermain Saman (adab dan etika).

Setelah persalaman barulah dilanjutkan dengan Ulu Ni Lagu. Secara harfiah ulu ni lagu berarti kepala lagu. Namun disini lebih berarti ragam-ragam gerak tari. Dalam babakan ulu ni lagu ini gerakan telah bervariasi, kesenyawaan antara gerak tangan, tepuk didada - gerakan badan dan kepala. Namun gerakan masih lamban. Suasana khidmat masih terasa disini. Bagian ini seperti pemanasan sebelum kita diajak dalam ekstase gerak cepat Saman lainnya. Lalu yang disebut sebagai syekh dengan suara melengking akan memberkan aba-aba pada saat akhir gerak ulu ni lagu yang menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan syair:

Inget-inget pongku - male i guncang
Ingat -ingat teman akan diguncang

Pada babak lagu-lagu. Babak ini adalah puncak gerakan tari saman. Para penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima. Selain harus bergerak cepat babak ini juga diselingi dengan vokal bersama (derek). Gerakan yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan miring kekiri - ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen), gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun petikan jari. Diselingi gerakan lambat yang diawali ucapan syair dari syekh.

Demikian gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa lagu. Selain penari yang terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan kedinamisannya, para penontonpun ikut menahan nafas mengikuti pergantian gerak dan naik-turunnya ritme tarian. Bagai tersihir dalam gerak indah itu. Karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang menarik anda seakan ikut dalam irama penari yang bergerak serentak.

Lalu anda diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak Uak Ni Kemuh yang berarti secara harfiah obatnya gerak. Diiringi nyanyian sederhana dan nada rendah tidak memaksa. Apabila kondisi penari telah pulih, dimulai gerak cepat yang diawali aba-aba oleh syekh dengan ragam gerak yang lain. Pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya terlihat gerak saja. Disini tak ada suara selain suara memukul, menghentakkan dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Anda dapat bayangkan suasana yang tercipta saat itu. Gerak cepat tanpa vokal inilah yang kemudian bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.

Barulah setelah itu anda akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai penutup dalam tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata, kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu.

Setelah menyaksikan tari saman secara keseluruhan anda akan mendapat kesan yang mendalam terhadap tarian ini. Bisa karena kecepatan dalam membawakannya atau suasana magis yang anda rasa saat mengikuti setiap gerak dan ritme tariannya.


klik untuk memperbesar

Gambar disamping ini adalah tarian saman yang ditampilkan delegasi kesenian dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB dalam acara pelepasan untuk mengikuti The First Ordos International Folklore Festival of China pada tanggal 6–14 Agustus 2006 di Cina.
(source: http://www.itb.ac.id/news/1123)

 

 

 

Siapa bilang pelajar di luar negri memandang rendah kebudayaan Indonesia? Para pelajar di Enschede membuktikan bahwa mereka bukanlah 'kacang yang lupa pada kulitnya'. Buktinya, di tengah kesibukan belajar mereka, mereka bisa mendirikan dance club (klub tari) untuk tari Saman. Hasilnya? orang-orang bule pun terkagum-kagum dengan keindahan dan keunikan tari asal Aceh ini.

Tarian ini ditampilkan di acara International Food Festival di Universiteit Twente, Enschede, dimana para pelajar Indonesia diharapkan untuk mengisi acara tersebut. Mereka mempunyai ide untuk mengisi acara tersebut dengan membentuk kelompok untuk menari tarian Saman.
(source: http://www.ranesi.nl/zonapelajar/siapa_kami060104)/ppidc_zp060118).

Referensi: Dinas Pariwisata Provinsi NAD, http://id.wiki.detik.com/wiki/Tari_Saman, http://pusaka2aceh.wordpress.com/2008/01/30/, http://www.itb.ac.id/news/1123, http://www.ranesi.nl/zonapelajar/siapa_kami060104)/ppidc_zp060118.

 

Saman
Saman dance was created and develop by an Islamic figure called Syeh Saman. Arabic and Aceh language are used in the saman poem. This dance doesnot have any game because with the movement of hands and the singing poem, it is enough to cheer up the atmosphere. Basically, song (the dance movements) are the same;claps, chest hit and hits upon the knees, raise the hands above by turns.


 
 
Directory
 
Food & Beverage
Restaurants - Cafe - Coffee - Bakeries - Others -
Trasportation
Bike & Car Rental - Aircraft - Ships & Boat - Train - Others - Bus & Minibus -
Travel
Hotel - Travel Agent - Cultural Show - Others - Souvenir Shops -
Art & FurniCraft
Antiques - Batik - Handicraft - Bamboo - Furniture - Ceramic - Garment & Textiles - Iron - Jewelry - Leather - Natural Stone - Rattan - Silver - Painting - Others -
Health & Medical
Hospital - Clinic - Apotek & Pharmacy - Alternatif Medical - Others -
Shopping
Trade Center - Gallery - Mall - Others - Shopping Centre - Store -
Sport & Adventure
Sport Center - Gym & Fitness - Communities - Sport Yard - Others -
Acommodation
Event Organizer - Catering - Others -
Automotive
Dealers - Saloon & Variation - Spare Part & Service - Saloon & Dorsmeer - Others -
Education
Courses - School - University - Islamic School - Library - Others -
Business & Banking
Bank - Finance - Money Changer - Company - Industry - Others -
Government & Organization
Government - Politics - NGO - Communities -
Computer & Internet
Courses - Hardware - Software - Web Developer - Internet Service Provider - Web Hosting & Domain Name - Others -
News & Media
Newspaper - Magazine - Radio - Television - Web Publishing -
Profesionals & Services
Art - Consultant - Designer - Photographer - Others -
Property
Agents - Architect & Interior Designer - Construction - Developer - Real Estate - Others -
Publication & Advertising
Agency - Printing & Percetakan - Production House - Others -
 

Copyright © 2008-2009 by virtualaceh.com. All Right reserved.