|

LAMBANG DAERAH ACEH
Lambang Aceh terkenal dengan PANCACITA atau Lima Cita,
yaitu Keadilan, Kepahlawanan, Kemakmuran,
Kerukunan dan Kesejahteraan.
Lambang persegi lima
yang menyerupai kopiah menunjukkan falsafah hidup rakyat dan
pemerintahan provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, di dalamnya terdapat dacing
: melambangkan
cita keadilan, rencong : cita kepahlawanan, padi (bahan pangan
pokok), kapas (bahan sandang utama), lada (kekayaan utama Aceh
di masa lampau),
dan cerobong pabrik (industrialisasi) : cita kemakmuran, kubah mesjid
:cita
kerukunan, kitab dan kalam (ilmu pengetahuan) : cita kesejahteraan.
Warna Putih melambangkan kemurnian, Kuning
sebagai Kejayaan, dan Hijau melambangkan Kesejahteraan dan
Kemakmuran.
VISI & MISI PEMERINTAHAN
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Visi
Terwujudnya perubahan yang fundamental di aceh dalam segala
sektor kehidupan masyarakat aceh dan pemerintahan, yang
menjunjung tinggi azaz transparansi dan akuntabilitas bagi
terbentuknya suatu pemerintahan aceh yang bebas dari praktik
korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan sehingga pada tahun 2015
aceh akan tumbuh menjadi negeri makmur yang berkeadilan dan adil
dalam kemakmuran.
Misi
Kepemimpinan yang inspiratif dan intuitif
-
Membangun suatu mekanisme kontrol yang
ketat agar para pemimpin - dari level tertinggi (gubernur)
sampai yang terendah (bupati/walikota dan camat) ?memperlihatkan
keteladanan yang baik, hidup sederhana, menegakkan keadilan,
taat pada hukum, tidak melakukan kkn dalam bentuk apapun,
sehingga memberi contoh keteladanan bagi masyarakat.
-
Pemimpin harus memiliki intuisi yang
tinggi dalam menciptakan dan melaksanakan kebijakan agar
selalu dalam koridor kepentingan rakyat. pemimpin dan
pejabat negara adalah ?orang besar?, namun kebesarannya
bukan karena dia berpangkat tinggi, kaya raya atau
berketurunan bangsawan tetapi karena dia dengan setia telah
menjadi pelayan masyarakat.
Referensi:
Buku Pintar, Iwan Gayo,
http://www.nad.go.id,
http://www.wikipedia24.org/id/wiki/Nanggroe_Aceh_Darussalam.html
|