Kesenian Tradisional [Traditional Arts]:
Tarian saman,
Tari Likok Pulo Aceh,
Tari Laweut,
Tari pho,
Tari Seudati,
Tari Bines dari Gayo,
Tari Guel dari Gayo,
Tari Ranup Lampuan,
Tari Rapai Geleng,
Tari Rapai Dzikir,
Tari Rapai Daboh (Debus),
Tari Rapai Lagee,
Tari Poh Kipah,
Biola Aceh,
Tari Rateb Meuseukat,
Tarek Pukat
|
|
Rapai Daboh (Debus)
DPenampilan rapai daboih, titik utamanya
adalah pada kemahiran spritual dalam menggunakan
senjata tajam dengan berbagai ketangkasan yang
cukup menegangkan dan mendebarkan. Pada rapai
daboh yang dipertandingkan (Urouh) setiap pihak
minimal satu kuru (12 rapai) dan maksimal 5 kuru
(60 buah rapai). Pihak-pihak yang bertanding
membentuk lingkaran dan diatara kedua pihak
dibuat tanda batas. Ditengah - tengah pemain ada
seorang khalifah mengangkat tangan tinggi -
tinggi, terdengarlah teriakan melengking yang
diikuti dengan suara tabuhan, secara serentak,
yang dilanjutkan dengan zikee (salam selamat
datang).
Pada saat - saat pukulan rapai dimulai cepat,
tampilan para pemain debus dengan kemahiran dan
keberanian yang cukup tinggi dalam menggunakan
senjata tajam dan membakar diri dengan api yang
membuat setiap penonton menahan nafas. Apabila
ada pemain debus yang mengalami cedera atau luka
dalam atraksi tersebut,
(karena kesalahan dalam memukul rapai, atau
pihak lain yang ingin mencoba ketinggian
ilmunya) Khalifah akan segera turun tangan,
dengan hanya menyapu bagian yang terluka dengan
tangan khalifah, darah akan segera berhenti
mengalir dan dengan serta merta luka itupun
lenyap seketika.
Pertunjukan bercanda dengan maut ini biasanya
berlangsung sampai dini hari atau menjelang
subuh.
| |
Rapai Daboh (Debus)
Dancing
No data found.
|
|
|